4 Hal Penting Untuk Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

4 Hal Penting Untuk Pertolongan Pertama Pada KecelakaanKecelakaan di jalan raya sering membawa dampak serius bagi para pengendara kendaraan. Korban kecelakaan yang ditangani dengan penanganan yang tepat akan memberi dampak serius bagi korban, yaitu kehilangan nyawa. Untuk itulah pengetahuan pada pertolongan pertama pada korban kecelakaan menjadi sangat penting untuk diketahui dan dipahami.

Pertolongan pertama pada korban kecelakaan memberi arti penting untuk “memperpanjang nafas” korban, sebelum nantinya dibawa ke rumah sakit, untuk mendapat penanganan dengan lebih komplit dan serius.

Berikut ini beberapa tips Pertolongan Pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas dari Palang Merah Indonesia (PMI):

1- Mengevakuasi Korban

Mengevakuasi korban atau memindahkan korban ketempat yang aman bila dilakukan dengan cara yang tidak benar akan menyebabkan luka semakin parah. Usahakan memindahkan korban dilakukan oleh tiga orang agar beban lebih ringan sehingga korban aman pada saat evakuasi.

Mengangkat secara bersamaan pada satu sisi menggunakan lengan kemudian dekap dan pindah secara berlahan. Turunkan korban secara bersamaan. Alangkah lebih baik kalau jaraknya jauh, gunakan tandu.

2- Menangani Korban yang Tidak Sadar Usai Evakuasi

Baringkan korban dengan tanpa bantal. Tinggikan tungkainya. Longgarkan pakaian. Beri ruang cukup agar korban dapat menghirup udara segar.

Periksalah cedera lain yang ada pada korban. Selimuti tubuh penderita supaya hangat.

Bila korban telah pulih, usahakan penderita beristirahat beberapa menit. Bila tidak cepat pulih, segera bawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

3- Terluka Lecet

Sering terjadi luka pada korban kecelakaan, akibat gesekan yang menyebabkan permukaan kulit terkelupas dan tampak titik-titik pendarahan.

Cara menanganinya adalah, bersihkan kulit sekitar luka mulai dari tengah luka sampai ke kulit sekitar luka. Tutup dengan kain penutup luka steril dan plester.

4- Luka Iris atau Sayat

Biasanya terjadi akibat kontak dengan “barang tajam”. Akibatnya jaringan kulit dan lapisan di bawahnya terputus dengan kedalaman bervariasi. Bersihkan luka dengan  cairan antiseptik. Tutup luka dengan plester. Gunakan kain dan kasa yang steril untuk menutupi luka.