Anak-Anak Juga Bisa Stres

 

Stres Pada AnakGejala stres pada anak tidak mudah untuk dikenali, dan biasanya anak-anak yang mengalami stres pun tidak mengetahui bahwa mereka sedang dalam kondisi stres. Kemampuan dan pemahaman orang tua dalam mengenali tanda-tanda stres pada anak sangat membantu agar anak menyadari situasi yang mereka alami, sehingga orang tua bisa mulai menyiapkan anak-anaknya menghadapi stres.

Gejala stres pada anak, umumnya merupakan gejala fisik, emosi, kognitif dan tingkah laku.

1. Gejala fisik umumnya ditandai dengan anak sering mengompol (padahal di usianya itu, ia sudah tidak sering ngompol lagi), sulit tidur, nafsu makan terus menurun, sakit perut, sakit kepala, gagap dan sering mimpi buruk.

2. Gejala emosi yang paling sering terlihat ialah anak merasa bosan (bahkan dengan hal-hal yang selama ini cukup dia sukai), kemauan dan keingintahuannya melemah, tidak partisipatif dalam kegiatan di rumah atau sekolah, sering marah-marah dan menangis, sering berbohong, bersikap kasar terhadap teman atau anggota keluarga yang lebih kecil, suka melanggar dan memberontak terhadap aturan-aturan, serta sering bereaksi secara berlebihan terhadap masalah-masalah kecil.

3. Gejala kognitif biasanya ditunjukkan dengan malas, tidak mampu berkonsentrasi dan sulit menyelesaikan pekerjaan atau tugas-tugas sekolah, suka melamun dan menyendiri dalam waktu yang lama.

4. Gejala tingkah laku merupakan gejala yang lebih sering dikenali perubahannya dalam diri anak. Biasanya, anak menunjukkan rasa tidak senang dan memusuhi, menunjukkan ketidakmampuan mengontrol emosi, keras kepala, suka membantah dengan sikap dan kata-kata kasar, temperamen yang berubah-ubah dan perubahan dalam pola tidur, serta munculnya kebiasaan-kebiasaan baru seperti mengisap jempol, memutar-mutar rambutnya, atau mencubit-cubit hidung.

Sumber Penyebab Stres pada Anak

Selain mengenali dan memahami gejala stress pada anak, orang tua juga harus mengetahui sumber-sumber penyebab stres pada anak. Mengetahui penyebab lebih awal akan membantu kita untuk melakukan penanggulangan dampak dengan lebih baik. Secara umum, ada 2 faktor penyebab sres pada anak, yaitu faktor internal, seperti rasa lapar, rasa sakit, sensitif terhadap suara gaduh, ribut, keramaian orang dan perubahan suhu, serta  faktor eksternal yang meliputi faktor orang tua, keluarga, sekolah, teman atau lingkungan anak tersebut.