Cara Mengobati Penyakit MERS

Cara Mengobati Penyakit MERS
Cara Mengobati Penyakit MERS

INFORMASI-KESEHATAN.NET – Virus corona atau lebih dikenal dengan MERS adalah salah satu virus yang sedang menyerang di Timur Tengah. Pasalnya, banyak orang yang ingin bepergian di Arab Saudi menjadi khawatir akan virus tersebut. Para peneliti telah berusaha menemukan vaksin untuk penyembuhan yang tepat dari virus MERS.

Di penelitian itu, diketahui bahwa ternyata vaksin yang digunakan untuk mengobati Hepatitis C bisa mencegah replika virus MERS. Virus MERS ( Middle East Respiratory Syndrom ) yang saat ini telah mengemparkan di beberapa negara.

Pengujian Obat Hepatitis C Pada Kera

Ilmuwan dari NIH (National Institute of Health) telah menemukan bahwa gabungan dari obat interferon-alpha 2b dan ribavirin bisa mengobati penyakit MERS. Sampai saat ini, gabungan kedua obat itu digunakan untuk terapi bagi penderita yang mengidap virus hepatitis C.

Penelitian ini melakukan uji tes terhadao 6 kera Makaka yang sudah terinfeksi virus MERS. 3 dari 6 kera tersebut mendapatkan terapi gabungan dari obat hepatitis C sedangkan 3 kera lainnya tidak dilakukan perawatan apapun.

Setelah beberapa jam, kera yang mendapatkan terapi kombinasi dari obat hepatitis C lebih sedikit mengalami gangguan pernapasan dan masalah lainnya. Bahkan, hanya sedikit terlihat pneumonia berdasarkan pemeriksaan dari sinar-X. Dilihat dari pemeriksaan laboratorium bahwa 3 kera yang mendapatkan terapi tersebut memiliki jumlah virus yang sedikit. Selain itu, kerusakan di bagian paru-paru juga lebih sedikit. Sedangkan 3 kera lainnya yang tidak mendapatkan pengobatan mengalami berbagai masalah.

Sebagian Besar Penderita Mers-CoV Dari Timur Tengah

Menurut hasil survey dari tanggal 30 Agustus 2013 lalu, bahwa ada sekitar 108 kasus infeksi MERS-CoV. Jumlah kematian sudah mencapai hingga 50 orang dari berbagai negara di dunia. Virus MERS-CoV ini lebih banyak dialami oleh orang-orang di daerah Timur Tengah.

Penemuan ini dilansir dari jurnal Nature Medicine. Dalam jurnal tersebut bahwa terapi dari gabungan dari obat interferon-alpha 2b dan ribavirin hanya digunakan sebagai awal pada infeksi MERS-CoV. Meskipun sampai saat ini belum juga mendapatkan titik terang untuk menangani kasus MERS-CoV secara penuh.