Ingin Langsing? Kurangi makan Nasi dan Berolahragalah

Olahraga DietMemiliki tubuh gemuk dengan berat badan berlebihan menjadikan sebagian besar orang tidak percaya diri. Terlebih bagi perempuan, banyak cara akan dilakukan untuk mengurangi berat badan dan melangsingkan tubuh.

Pengalaman melangsingkan tubuh gemuk dijalani Sofi Aninda. Mahasiswa perguruan tinggi swasta di daerah Kasihan Bantul berhasil menurunkan berat badan hingga 14 kilogram dalam waktu tiga bulan. “Saya diet teh jati china, ikut aerobik dua atau tiga kali seminggu dan yang penting mengurangi nasi,” tuturnya.

Sofi menuturkan, berat badan tiga bulan lalu 63 kilogram dengan postur tubuhnya yang tidak tinggi yakni 152 sentimeter. Menilai tubuhnya sangat tidak ideal ia sempat melakukan beberapa cara pelangsingan tubuh. Sejak konsisten mengurangi konsumsi karbohidrat terutama nasi dan roti kini berat badannya 49 kilogram.

Sempat mengonsumsi obat pelangsing ia mengaku justru merasa lemas karena sering kehausan dan tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup. “Obatnya waktu itu memang bikin gak nafsu makan, tapi enggak kuat karena haus terus bikin lemas,” katanya.
Selain mengurangi asupan nasi dan roti. Sofi juga memilih cara alami dan sehat kemudian dengan ramuan teh jati china. Cara itu ia lakukan setelah mendapat cerita dari teman satu indekos di Umbulharjo, Jogja.

Dari kawannya itulah Sofi kemudian membeli sebungkus kecil daun jati china kering di Pasar Beringharjo. Dengan harga Rp5.000 sebungkus, teh bisa dikonsumsi untuk seminggu sampai sepuluh hari. “Jadi selain mengurangi nasi, itu yang terpenting, saya juga minum teh jati china tapi rata-rata cuma sekali sehari saja, toh paduan diet berhasil juga,” lanjutnya.

Diet Karbohidrat
Diet rendah karbohidrat yang dilakukan Sofi merupakan diet yang membatasi sumber karbohidrat untuk tubuh. Ia tidak mengonsumsi nasi, kentang, roti, meskipun jenis makanan tersebut termasuk penghasil energi, selain protein dan lemak.

Diceritakan Sofi, mengurangi asupan nasi untuk menurunkan berat badan sudah dibuktikan dua teman yang lainnya. Atas pengalaman orang lain yang berhasil itulah ia kemudian mencoba menerapkan.

“Awalnya susah banget karena sudah kebiasaan, lama-lama terbiasa kayak ibaratnya seperti puasa cuma sahur dan buka juga enggak makan nasi atau manis-manis,” kisahnya. Dua minggu pertama ia mengurangi nasi dengan makan nasi pada pagi dan siang hari dan porsi dikurangi.

Selanjutnya hingga sekarang ia makan nasi sekali sehari dan kadang tanpa makan nasi. Asupan lainnya ia penuhi dengan konsumsi sayur dan buah-buahan.