Makanan Penyetabil Darah Tinggi

Makanan Penyetabil Darah TinggiTidak hanya manula yang rentan terhadap tekanan darah tinggi. Orang yang lebih muda, baik pria maupun wanita yang berada dalam usia produktif kini memiliki resiko yang tinggi terkena hipertensi (tekanan darah tinggi). Faktor gaya hidup yang buruk dan pengelolaan stres yang tidak baik adalah pemicu utama hipertensi di usia muda.

Tekanan darah tinggi bermula ketika aliran darah yang melalui arteri tidak terproses secara konstan. Tentu proses menuju vonis tekanan darah tinggi tidak terjadi hanya dalam satu atau dua hari. Tidak konstannya aliran darah berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dan tidak ada gejala yang tampak dari proses ini.

Tidak ada manusia yang bisa menyadari jika aliran darah dalam tubuhnya berlangsung tak wajar. Itulah kenapa hipertensi atau tekanan darah tinggi dianggap kondisi yang sangat berbahaya. Meski kondisi ini tak membawa penderitanya langsung pada kematian, tapi gerbang penyakit berat seperti jantung dan kerusakan organ langsung terbuka lebar.

Jika usia Anda saat ini 30 tahun, mengecek tekanan darah secara rutin sangat dianjurkan. Sebelum terlanjur divonis hipertensi, ada beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kenormalan tekanan darah Anda. Harapannya, tekanan darah tinggi tak lagi menjadi momok yang mengerikan karena Anda sudah mengantisipasinya dari awal. Mari kita cermati 5 jenis makanan untuk penderita darah tinggi.

Cokelat
Cokelat ditempatkan pada posisi tertinggi di artikel ini karena makanan ini cukup populer, terutama di kalangan wanita. Hanya saja coklat yang dimaksud di sini bukan coklat berasa manis yang kerap Anda konsumsi. Coklat yang dianjurkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah coklat pekat (dark chocolate). Coklat pekat yang belum ditambah zat pemanis atau pewarna mengandung flavonoid tinggi. Flavonoid ini mampu memproduksi nitrit oksida yang berfungsi menguatkan otot-otot di sekitar pembuluh darah sehingga aliran darah ke semua organ dapat dilancarkan. Apa yang terjadi jika semua organ mendapat aliran darah yang cukup? Tak perlu lagi khawatir akan resiko stroke atau kerusakan jantung.
Bayam
Kandungan magnesium yang tinggi dalam bayam bermanfaat untuk mengurangi tekanan darah. Tak hanya itu, ada pula folat yang mampu melindungi tubuh dari bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Namun, bayam tak baik dikonsumsi terlalu sering karena dapat meningkatkan resiko asam urat.
Kuaci Bunga Matahari
Anda pecinta kuaci? Makan kuaci memang mengasyikkan, meski memerlukan kesabaran ekstra. Tapi, tak rugi berlama-lama mengupas biji kuaci karena magnesium dan pitosterol yang ada dalam biji bunga matahari terbukti mampu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Sayangnya, tak semua kuaci biji bunga matahari bisa menormalkan tekanan darah tinggi. Anda harus memilih kuaci segar yang bebas garam.
Pisang
Pisang mengandung kalium yang sangat tinggi. Ini menguntungkan penggemar pisang, karena kalium bisa menstabilkan tekanan darah. Cukup satu pisang sehari untuk mencegah tekanan darah tinggi. Mudah, bukan?
Kacang-kacangan
Kedelai, kacang tanah, almond, kacang merah, dan semua jenis kacang-kacangan mengandung magnesium dan potasium. Dua zat ini terbukti mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Dari kelima jenis makanan ini Anda bebas memilih mana yang paling disukai. Akan tetapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan; jangan mengonsumsi salah satu makanan dari daftar tersebut secara berlebihan karena bisa berakibat buruk pada organ tertentu. Misalnya, Anda mengonsumsi pisang dalam jumlah yang tidak wajar setiap harinya. Mungkin tekanan darah tinggi bukan ancaman bahaya bagi Anda, tapi ginjal Anda harus siap menerima efek buruk dari tingginya potasium yaitu batu ginjal.

Untuk menstabilkan tekanan darah tinggi, kelima makanan tersebut sebaiknya dikonsumsi secara bergantian sebagai kudapan sehari-hari saja. Jika Anda merasa konsumsi makanan tersebut tidak cukup, Anda bisa mencoba mengonsumsi herbal seperti Noni juice atau Sarang Semut untuk mengontrol tekanan darah Anda. Masing-masing herbal tersebut sudah terbukti efektif menstabilkan tekanan darah dan mencegah komplikasi yang ditimbulkannya pada organ-organ tubuh.