Mencegah Terjadinya Hiponatremia

Mencegah Terjadinya HiponatremiaHiponatremia mungkin terdengar asing di telinga orang awam. Padahal, kondisi ini bisa menimpa siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin dan usia. Termasuk Anda, sehat dengan reiki kundalini yang jika tidak berjaga dari awal, keluhan ini boleh jadi akan terjadi. Akan tetapi pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan, maka perlu juga mengenal apa itu hiponatremia.
Tak kenal maka tak sayang, karena begitu sayangnya kepada para pembaca, hiponatremia dibabarkan kepada umum. Pada dasarnya hiponatremia merupakan gejala akibat kadar natrium atau sodiom dalam darah yang rendah. Konsentrasi unsur ini kurang dari 1.36 mEq/l darah.
Ada sejumlah faktor yang memicu hiponatremia di antaranya, kadar garam yang terlalu banyak larut dalam air. Ini  terjadi karena konsumsi air dalam tubuh terlalu tinggi. Jadi, jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh melebihi kemampuan ginjal untuk membuang kelebihan cairan.
Di sisi lain, asupan cairan yang terlalu sedikit bisa membuat hiponatremia pada orang yang ginjalnya tidak berfungsi dengan baik.  Sebagai contoh adalah pada penderita gagal ginjal. Oleh karena itu, anjuran untuk mengonsumsi cairan delapan gelas atau sekitar dua liter sehari air, jangan dianggap remeh.

Minum air putih secukupnya selesai Anda berolahraga.
Hiponatremia memang bisa dialami semua orang. Menurut First International Exercise- Associated Hyponatremia Consencus di Cape Town, Afrika Selatan pada Maret 2005, wanita, atlet pemula, penari pelan dan atlet yang memiliki berat badan rendah lebih berisiko terkena hiponatremia. Kondisi tersebut bisa ditandai dari gejalan letargi atau tertidur lelap, bisa bangun sebentar terapi tertidur kembali.
Dampak negatifnya, hiponatremia bisa menyebabkan otot-otot menjadi kaku, kejang dan yang paling parah adalah koma.  Hiponatremia juga bisa terjadi pada penderita gagal jantung dan sirosis hati saat volume darah meningkat. Selain itu, kondisi ini juga bisa dialami oleh penderita ketidakstabilan hormon antidiuretik.
Kelainan fungsi hormon ini bisa terjadi akibat sejumlah penyakit, seperti meningitis, tumor otak, penyakit paru-paru, kanker paru dan pankreas. Namun kelebihan kadar garam dalam darah juga dapat berdampak negatif.  Hipernatremia atau gangguan akibat kandungan natrium yang terlalu tinggi dalam darah bisa terjadi karena dehidrasi parah.
Berkeringat sehabis membawa beban berat sepanjang perjalanan. Anda dapat mengetes adanya hiponatemia dalam tubuh, jika mengalamai muntah berkepanjangan atau berkeringat berlebihan.
Perbaikan gaya hidup dapat menjadi langkah awal untuk menangkal hiponatremia. Konsumsilah makanan yang mengandung garam yang cukup. Selesai Anda berolahraga disarankan tidak meminum air putih terlalu banyak. Konsumsilah air putih secukupnya setelah berolahraga.
Konsumsi air putih berlebihan usai berolahraga bisa menyebabkan  penurunan konsentrasi natrium dalam tubuh. Akibatnya tubuh akan bereaksi dengan melakukan adaptasi dan menyebabkan air mengalir ke dalam sel-sel otak dan menyebabkan pembengkakan. Akibat pembengkakan maka menimbulkan kejang, kerusakan otak permanen, atau bahkan kematian.
Atlet dan para olahragawan diharapkan untuk berhati-hati usai melakukan latihan fisik agar terhindar dari hiponatremia. Jika ingin mengetahui menderita hiponatremia atau tidak, Anda bisa melakukan tes darah. Hiponatremia bisa terjadi jika Anda mengalami muntah berkepanjangan atau berkeringat berlebihan.
Penanganan secara medis menjadi salah satu langkah bila hiponatremia mulai parah atau akut. Langkah lainnya, usahakanlah konsumsi cairan tubuh yang sesuai dengan pengeluaran cairan dari dalam tubuh. Kalau sudah tahu hal itu, niscaya Anda akan terhindar dari risiko hiponatremia atau hipernatremia.