Mitos dan Fakta Tentang Kehamilan

Mitos Pada KehamilanKehamilan menjadi satu peristiwan penting yang terjadi dalam kehidupan wanita. Saat anda pertama kali mengalami kehamilan, keluarga dan pasangan tentu menyambut dengan gembira. Begitu pula halnya dengan teman-teman anda, baik yang masih lajang maupun yang telah memiliki buah hati. Tidak sedikit dari mereka yang akan mengomentari atau memberi nasihat yang berhubungan dengan kehamilan. Komentar atau nasehat tersebut diberikan berdasarkan pengalaman atau info yang mereka ketahui sebelumnya, tapi sayangnya ada juga beberapa yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Menurut Sarah Vine dan Tania Kindersley, penulis buku Backwards in High Heels, pada intinya ada lima kebohongan mengenai kehamilan yang sering anda dengar. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Betapa pun besarnya tubuh Anda saat hamil, berat anda akan menyusut begitu melahirkan, terutama jika anda memberikan ASI.
Faktanya: Perut anda tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi, apalagi jika anda menjalani bedah caesar. Kecuali jika Anda Jessica Alba atau Heidi Klum yang didampingi trainer untuk berlatih fisik lima hari seminggu dan seorang ahli nutrisi untuk mengawasi diet anda maka hal tersebut mungkin dilakukan.

2. Proses kelahiran tidak begitu menyeramkan, lagipula tubuh anda memang sudah “diprogram” secara biologis untuk menahan rasa sakit.
Faktanya: Melahirkan memang cukup menyakitkan. Akan ada beberapa masalah yang sebelumnya tidak anda bayangkan , semisal dokter anda masih bertugas di tempat lain, anda akan melihat banyak darah dan cairan tubuh dan walaupun anda sudah merasa begitu kesakitan sang suster dengan sambil lalu mengatakan bahwa anda baik-baik saja. Hal ini akan menambah beban pada diri anda. Jika anda menjalani operasi caesar, anda akan merasakan sakit justru setelah proses melahirkan.

3. Memberikan ASI akan sedikit sulit pada awalnya tapi selanjutnya anda akan kerepotan menghentikan jumlah ASI yang dikeluarkan.
Faktanya: Tidak semua ibu sanggup memproduksi ASI sehingga hal ini dianggap sebagai kegagalan yang bisa mengakibatkan depresi. Jika ASI tidak dikeluarkan, payudara akan terasa begitu linu. Kemudian puting payudara akan membesar sesuai ukuran dot bayi, posisinya pun tak lagi seperti waktu anda masih lajang.

4. Anda akan terbiasa untuk tidak tidur sebanyak dulu.
Faktanya: Anda akan kehilangan banyak waktu tidur karena setiap malam terbangun oleh tangisan bayi. Bagi anda yang tidak terbiasa begadang, hal ini tentu akan membuat anda stres.

5. Pengalaman merawat bayi untuk pertama kalinya bisa mendekatkan hubungan anda dengan suami.
Faktanya: Begitu euforia kelahiran bayi berlalu, anda dan suami harus rela berbagi tugas setiap malam. Jika dia terbangun untuk menenangkan bayi, anda boleh tidur selama satu jam dan sebaliknya. Anda akan cemburu melihat suami bisa terbebas dari tanggung jawab ini hingga sore hari lalu mulai membandingkan dengan anda yang harus siaga 24 jam untuk menjaga bayi. Anda akan termakan pikiran Anda sendiri bahwa suami sengaja berlama-lama di luar rumah. Anda akan begitu kecapekan sehingga tak begitu mempedulikan urusan bercinta dan ini menimbulkan masalah bagi suami.