Wanita Harus Jaga Kesehatan

Wanita Harus Jaga KesehatanPadatnya aktivitas yang dijalani wanita membuat wanita harus pintar-pintar menjaga kesehatannya. Hal ini harus diperhatikan oleh kaum wanita mengingat banyak wanita yang mengabaikan faktor kesehatan untuk dirinya tersebut. Kesibukan yang melanda wanita aktif kerap membuat wanita lupa dan mengabaikan kesehatannya padahal fase yang dialami wanita berbeda dengan yang dialami pria. Wanita mengalami berbagai fase seperti menstruasi, kehamilan, melahirkan, menyusui sampai akhirnya mengalami masa menopouse. Berbagai fase tersebut membuat wanita mengalami perubahan fisik dan cukup rentan terkena masalah kesehatan. Padahal wanita harus memiliki kondisi kesehatan yang prima untuk kelancaran aktivitas di dalam maupun di luar rumahnya. Berikut ini adalah beberapa tips menjaga kesehatan sebagai lanjutan dari tips kesehatan sebelumnya.

Ketiga proses menopouse yang lazim dialami wanita membuat mereka lebih rentan lagi terkena masalah osteoporosis. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sebagian besar wanita Indonesia kekurangan 50% kebutuhan kalsium harian mereka. Berikut ini kiat untuk mencegah gangguan pada tulang, yaitu:

  • Rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan tambahan kalsium dari bahan makanan yang menjadi suplemen makanan atau susu.
  • Olahraga atau aktivitas fisik untuk meningkatkan kepadatan massa tulang secara teratur seminggu tiga kali dengan durasi 30 menit. Olahraga yang disarankan ialah jogging atau jalan cepat.
  • Terkena paparan sinar matahari yang rutin dan cukup untuk memperbaiki massa tulang, yakni sekitar kurang dari jam 10 pagi. Paparan sinar matahari yang cukup yaitu selama 15 – 30 menit dan tidak harus terkena kulit.

Keempat menyangkut dengan leher rahim dan payudara. Kedua organ khas wanita ini rentan terkena seranngan sel kanker. Sampai dengan saat ini kanker leher rahim atau serviks menempati peringkat pertama kasus kanker terbanyak yang diderita wanita Indonesia, kemudian disusul dengan kanker payudara. Begitu pentingnya edukasi kesehatan kedua penyakit ini sehingga pemeriksaan dini perlu dilakukan oleh setiap wanita. Mayoritas penyebab kanker serviks adalah Human Pappiloma Virus. Mendeteksinya bisa dilakukan dengan pemeriksaan di laboratorium klinik, contohnya dengan papsmear dan sebagai langkah pencegahan dapat menjalani variasi kanker serviks.

Gejala awal kanker payudara adalah adanya benjolan yang pada umumnya dirasakan berbeda dengan jaringan payudara di sekitarnya. Gejalanya sendiri tidak menimbulkan nyeri dan memiliki pinggiran yang tidak teratur. Karena itu apabila anda merasakan hal itu sebagai keanehan pada payudara sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dini pada dokter anda.