Waspada Serangan Jantung Akibat Makan Ikan yang Tercemar Merkuri

Waspada Serangan Jantung Akibat Makan Ikan yang Tercemar MerkuriIkan dikenal sebagai salah satu sumber makanan yang mengandung protein dan asam lemak omega-3 tinggi yang banyak direkomendasikan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Namun sebuah studi menemukan fakta yang mengejutkan yaitu merkuri dan asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan tampaknya menunjukkan efek berlawanan terhadap kesehatan jantung.

Dalam sebuah analisis terhadap lebih dari 1.600 pria asal Swedia dan Finlandia, peneliti menemukan bahwa partisipan dengan kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya berisiko tinggi mengalami serangan jantung, sebaliknya partisipan yang kadar asam lemak omega 3-nya tinggi berisiko lebih rendah.

Setelah sampel rambut dan darah partisipan diukur kadar merkuri dan omega 3-nya, ditemukan bahwa kadar merkuri rata-rata pria Swedia mencapai 0,57 mikrogram per gram rambutnya. Tapi ternyata jumlah ini dua kali lebih tinggi daripada kadar merkuri rata-rata pria Finlandia.

Begitu juga dengan kadar asam lemak omega 3-nya, para pria Swedia diketahui memiliki kadar omega 3 yang lebih tinggi daripada pria Finlandia dalam studi ini.

Padahal pria yang mendapati sedikitnya 3 mikrogram merkuri per gram rambutnya lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan dengan pria yang tubuhnya mengandung 1 mikrogram merkuri per gram rambutnya. Risiko ini pun bisa benar-benar diperoleh jika pria yang bersangkutan diketahui memiliki kadar asam lemak omega 3 yang rendah.

Sebaliknya pada pria yang memiliki lebih banyak omega 3, dibutuhkan lebih banyak kadar merkuri untuk melihat adanya peningkatan risiko serangan jantung pada tubuhnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kedua senyawa bisa jadi memberikan efek berlawanan terhadap jantung.

Dengan adanya efek yang berlawanan pada kandungan senyawa dalam ikan maka peneliti pun mengatakan ada sejumlah cara untuk mendapatkan minyak ikan secara alami tanpa harus terkena dampak merkuri.

“Konsumsi ikan yang direkomendasikan itu dua hingga tiga kali perminggu dengan komposisi satu porsi ikan non-predator yang berlemak (seperti salmon) dan ikan predator seminggu sekali,” ungkap peneliti Maria Wennberg dari Umea University, Swedia seperti dilansir dari healthnews, Jumat (31/8/2012).

Masalahnya, ikan predator seperti hiu, ikan pedang, king mackerel raja dan ikan tilefish berada di puncak rantai makanan laut sehingga konsentrasi merkuri yang berasal dari lautnya cukup tinggi.

Padahal senyawa logam berat ini diketahui mampu merusak sistem saraf, terutama pada janin dan anak-anak. Bahkan U.S. Environmental Protection Agency telah memperingatkan para wanita usia subur untuk tidak makan ikan predator.